Selasa, 06 Desember 2016

XI MIA 1 Kelas Nano Nano



Bagi kami yang menempuh pendidikan untuk menjadi guru, ada satu tahapan dalam masa-masa kuliah ketika kami akan dihadapkan dengan PPL alias Praktik Pengenalan Lapangan yang sekarang berubah nama menjadi PKM yaitu Praktik Kerja Mengajar . Berhubung bidang yang didalami adalah profesi seorang guru, maka para calon guru wajib melakukan PKM sebagai guru di sekolah-sekolah yang sudah ditentukan. Pada awalnya saya dan teman kelompok saya mendapatkan SMA Ksatria, dan enah kenapa akhirnya beberapa kelompok di rolling sehingga saya mendapatkan SMA 27 dengan partner yang baru pula.

Sama seperti KKN atau Kuliah Kerja Nyata, menjadi guru PPL itu juga punya tantangan tersendiri. Pasalnya, di saat itulah mahasiswa akhirnya terjun langsung ke masyarakat dan mempraktikan segala ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan semasa kuliah. Nah, yang namanya praktik kerja, tentu saja ada banyak cerita suka duka dibaliknya. Apalagi sebagai seorang guru PKM yang harus menghadapi murid-murid yang usianya nggak beda jauh, contohnya seperti bertemu dengan murid-murid yang suka mencari perhatian gurunya, murid yang susah diatur, baca tugas murid yang jawabannya kadang lucu-lucu dan nyeleneh suka bikin senyum-senyum sendiri saat mengoreksi tugas atau ulangan  bahkan digoda sama murid-murid sendiri.

Karena guru pamong saya yaitu Madame Delly Anne sedang sakit, maka kami harus mengajar lebih awal dari teman-teman yang lain. Kami sempat terkejut karena kami harus mengajar 9 jam perhari, ditambah kami harus kuliah, namun akhirnya masalah selesai setelah madame sembuh. Singkat cerita ketika pemilihan kelas dengan cara di undi, saya mendapatkan kelas pagi yaitu XI MIA 1, sebelumnya saya pernah memasuki kelas ini di awal pelajaran di hari selasa bersama 3 kaka kelas saya yaitu Ka Ratna, Ka Gina dan Ka Pure. Kesan di awal pertemuan saya kepada MIA 1 adalah mereka cukup tenang, mudah memahami, dan tidak terlalu banyak tingkah.

Kemudian tibalah hari dimana saya benar-benar akan mengajar di kelas tersebut. Ketika memasuki kelas, saya mulai pelajaran dengan memberi salam, lalu saya mengambil buku absen untuk mengenal nama mereka satu persatu. Namun sayangnya, mereka berubah 180o dari sebelumnya, bagaikan ghost child , mereka sulit sekali diatur, banyak yang bermain hp, suara saya hampir habis dibuatnya, saking berisiknya mereka, tapi saya masih terselamatkan oleh satu anak.. yaa hanya satu anak yang memiliki niat untuk belajar. Mungkin karena saya belum bisa beradaptasi. Keesokkan harinya saya mencari cara agar mereka menghargai guru, saya mulai sedikit tegas namun tetap tidak menunjukkan taring saya. Hmm sikap tegas itu cukup efektif .. tetapi hanya untuk beberapa hari :D.


      Namun tidak dipungkiri, kurang lebih 5 bulan bersama mereka adalah hal yang sangat menyenangkan. Kami sering bercanda ditengah-tengah pelajaran. Dari waktu ke waktu, sedikit demi sedikit saya mulai mengenal mereka lebih dekat. Kelas yang berisikan 36 anak murid ini memiliki karakter dan ceritanya masing-masing. Bahagia rasanya bisa menceritakan mereka.



Alicia Dwi Permata, nama yang selalu saya hafal karena merupakan absen pertama. Pada awal pertemuan sepertinya dia tidak terlalu pintar, tapi ternyata dia diam-diam menghanyutkan. Dia merupakan salah satu murid rajin di MIA 1. Walaupun sering cuek dan tidak terlalu  perduli dengan saya, menurut saya dia anak yang berkompeten di matapelajaran bahasa prancis.

Febby Fraharyani, sifat pendiamya membuat saya tidak terlalu memperhatikannya di kelas, yang saya tahu dia selalu bersama alicia teman sebangkunya, tulisannya rapih dan indah, dia kecil berkerudung dan memiliki sopan santun yang baik.

Alifya Adhila, wanita yang sering digosipi bakal balikan lagi dengan teman sekelasnya ini orangnya baik, sering ia bermain hp bersama jessie, bagai pinang dibelah dua mereka selalu menempel, ketoilet nempel, ke kantin nempel, di bangku juga nempel. Agak serem ya.. tapi sepertinya kisah percintaannya dengan si dia semakin hari ada kemajuan ya? Sayang sudah selesai tugas saya untuk mengajar di mia 1. Jadi saya tidak bisa menyaksikan kisah drama mereka hingga akhir hahaha.

Jessie Miranda Liling, wanita hitam manis dengan behel dan lesung pipit dalam yang membuat wajahnya terlihat selalu fresh ini adalah wanita yang cukup baik, bahkan ketika dia sakit dia terlihat tidak sakit hahaha. Di awal saya sempat meragukan dia akan tertarik pada pelajaran ini, karena dia selalu duduk dibelakang, bermain hp, dan mengobrol bersama azka dan alifya. Namun di tengah-tengah masa pembelajaran dia memiliki progress yang cukup pesat, dia selalu menjawab pertanyaan yang saya lontarkan, dia aktif, dan semangat belajarnya mulai terlihat. Saya sangat ingat sekali ketika dia sedang pengambilan nilai production orale, walaupun sangat terbata-bata, tapi terlihat jelas dimatanya bahwa dia sedang berjuang.. saya sangat senang. Terimakasih untuk semangatmu jessie, semoga kamu menjadi orang yang sukses ya.

Aprizal, laki-laki besar tinggi dengan kulit agak berwarna gelap ini sering duduk dibelakang, sebelum ada peraturan rolling tempat duduk. Sebenernya dia anak yang baik dan bertanggung jawab. Namun terkadang kalau lagi kambuh yaa gitu deh.. Dia tidak akan memperhatikan dan tidak mau mengerjakan tugasnya. Malah ikut terpengaruh bermain dengan teman-temannya.

Ardhia Regita Cahyani, saya kurang akrab dengan perempuan yang satu ini, yang saya tau dia wanita yang suka tersenyum, orangnya kecil, berkerudung dan hitam manis, kalau sedang dikelas belajarnya bergantung dengan moodnya dia.

Haryati Prianto, kalau saya tidak salah, berarti benar , dia duduk dengan temannya ardhia. Wanita ini agak kecil, imut, berkerudung dan cukup cerdas dalam pelajaran ini. Saya senang karena walaupun dia pendiam, dia menunjukkan bahwa dia cerdas dengan nilai tingginya.

Azka Nurahmah, dulu saya sangat menaruh banyak harapan di awal pertemuan padanya.. dia ketua kelas di mia 1, teman-temannya bilang kalau dia bertanggung jawab, tapi mungkin saya kurang beruntung karena di pelajaran bahasa prancis dia tidak menaruh perhatian banyak. Namun pada dasarnya dia anak yang baik dan sering galau dengan perempuan. Sewaktu-waktu dia pernah bercerita tentang kekasihnya yang ia tinggalkan karena sifatnya yang possessif. Hem.

Balqis Karina D, wanita dengan kulit putih dan wajah yang manis ini berkerudung, saya senang melihatnya karena selalu tersenyum, walaupun moodnya sering berubah-ubah namun saya rasa dia anak yang bertanggung jawab dan pintar.





Dinda Felicia Maharani nama panjangnya saya sebut dia wanita super, super semangat, super pinter, super aktif, super besar, eh super manis maksudnya din hehe. Dia pernah memotong poninya yang membuat dirinya semakin cantik, tidak puas, satu bulan kemudian akhirnya dia memotong rambutnya menjadi sepanjang bahu, saya pernah megatakan kepada murid-murid dikelas bahwa saya tidak perduli dengan nilai yang mereka terima, saya cukup menghargai usaha kalian dalam menyelesaikan soal, dan menggapai angka diatas kkm, saya tidak menuntut mereka sempurna. Namun tidak dipungkiri juga, saya sangat senang bertemu dengan anak ini, wanita yang seringkali pada hari rabu tidak masuk ini sangat aktif dikelas, dia sering bertanya hal-hal yang menurutnya belum jelas.. kadang ketika suasana dikelas benar-benar sepi, hanya dialah yang bersemangat menjawab pertanyaan saya.. terimakasih dinda.





Erika Fanita Ardiany namanya. Saya mengenalnya dengan baik di tengah-tengah semester masa sekolah, ternyata dia anak paskibra, tiada keraguan bahwa saya melihat dia orang yang cukup teliti dan bertanggung jawab terutama saat menjadi sekertaris kelas dan organisasinya. Kami memiliki latar belakang yang sama, dan pada waktu itu saya sempat berbicara banyak tentang paskibra dengannya, dia mengenal sma saya di halim. Ternyata mereka pernah mengikuti lomba disana.
Feni Restu Noviandari, di akhir perpisahan ketika kelas sedang berfoto, dia tidak hadir. Saya sangat merindukannya, namun ternyata dihari jumat saya bertemu dengannya di kantin. Karena agak rempong dan ceplas ceplos dia menggebu-gebu meminta agar saya berfoto bersamanya, pun hal yang sama saya rasakan juga. Wanita ini memiliki tubuh langsing, rambutnya terurai sebahu dan hitam manis.


Mutiara Sani, saya biasa memanggilnya muti agar lebih akrab, wanita dengan logat betawinya yang khas ini memiliki kisah percintaan yang unik dengan salah satu anak kelas tetangga, adam namanya tapi mademoiselle ratna sering memangilnya wawi. Saya tidak begitu memperhatikan tingkah laku remaja wanita satu ini dikelas. Namun setelah beberapa minggu berada di sekolah saya mulai mengetahui gosip-gosip yang tersebar, saya juga sering melihat mereka berduaan, kadang ketika jam istirahat mereka saling bertemu, atau terkadang mereka jalan berdua ketika bel pulang sekolah. Hmm wish you have a longlast relationship guyss.

Sittah Latansaa M, Unik, itulah yang saya rasakan ketika menyebut namanya, entah apa artinya nama itu menggambarkan buah di pikiran saya. Mungkin bentuknya seperti buah khuldi.  Sittah adalah murid yang biasa-biasa saja dikelas bahasa Prancis pada awal pertemuan, namun ternyata beberapa minggu kemudian dia menunjukkan progres yang signifikan kepada saya, dia seseorang yang cukup pintar, terkadang cuek, bisa dibuktikan oleh akun instagramnya yang sedikit foto namun banyak followersnya namun sebenarnya dia adalah sosok yang lembut dan tidak sombong.  Diakhir pembelajaran, saya mengucapkan salam perpisahan, saya memberikan kenang-kenangan kepada anak-anak sebuah miniatur menara Eiffel dimana saya sangat berharap suatu hari nanti saya akan bertemu dengan mereka disana. Akan tetapi yang mengejutkan adalah ketika dia mendekati saya dengan mata berkaca, yang kemudian air mata berlinangnya jatuh di pipi sambil berkata “ mademoiselle nanti ngga ketemu mademoiselle lagi...”, tanpa basa-basi saya menjawab “ yaampunnn sittahhhhh kenapa nangis? Sini sini peluk” dan akhirnya kami berpelukan layaknya teletubies. Kejadian tersebut membuat saya ingin mengeluarkan air mata karena terharu, sayapun menguatkannya “ sittah jangan sedih sih, nantikan kita bisa ketemu diluar, bosen ketemu disekolah mah”. Akhirnya dia mengerti dan mengusap air matanya.

Nadya Nuratiqah P, hmmm bagaimana mendeskripsikannya, dimulai dari mana ya. Awal pertemuan saya dengannya tidak begitu mengenakkan, pasalnya ketika saya mengajar dikelas wanita yang akrab disapa nadya ini mungkin tidak begitu menyukai saya, terlihat dari sikapnya yang begitu cuek dengan saya pun pelajarannya. Contohnya dia suka telat mengumpulkan tugas yang saya berikan. Hari-haripun berlalu, saya mulai memahami sifatnya, pada suatu hari dia menawarkan saya makanan yaitu makaroni nge*niiiiiitttt*. Jangan dilihat dari namanya ya, karena sekali coba bisa ketagihan. Dari transaksi itulah hubungan kami semakin hangat, terkdang dia mulai sering basa-basi dengan saya, mulai menanyakan bagian yang tidak dimengerti, mulai cepat memahami pelajaran, mulai rajin mengerjakan tugas tepat waktu. Saya sangat menghargai perubahan itu J

Mujellalah, anak yang sangat pendiam, namanya unik, pertama kali dekat dengan dia karena suatu kejadian ketika saya sedang monitoring, tiba-tiba dia menangis akibat dikerjai Rafi, kemudian esok harinya saya berusaha untuk mengajaknya berbicara dan sedikit memberinya motivasi. Setelah kejadian itu, dia mulai semangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang saya berikan. Saya sangat sangat senang. Walaupun terlihat biasa saja, setidaknya saya senang melihatnya benar-benar berusaha mengerjakannya.

Ganjar Andika Mulia .. saya sangat meragukan dia dikelas, saya memandang sebelah mata, saya sulit memperhatikannya karena dia selalu terlihat terutup, namun di seiring berjalannya waktu saya mengenalnya dengan baik, tubuh besarnya cocok dengan otaknya yang encer. Walaupun terlihat cuek namun sebenarnya dia memperhatikan pelajaran dengan cukup baik.

Ilham Muhammad, Cowo yang lebih memilih dipanggil mizan ini cowo terunik dikelas mia 1, kalau dilihat dari luar, orangnya sangat pendiam dan mager-mageran. Tapi sebenarnya dia merupakan salah satu murid yang cerdas di kelas, apalagi kalau sudah dekat-dekat dia akan mengeluarkan kata-kata aneh yang kadang menusuk membuat jantung sontak terhenti sebentar hahaha mais c’est pas de probleme, karena terkadang juga celotehnya itu membuat saya tertawa dan tidak habis fikir.  Saya ingat betul ketika saya sedang menjelaskan dengan semangat membara, “ oui, jadi kalau di prancis bermesraan itu hal yang biasa blablabla...  tiba-tiba dia berbicara murmurer , lalu saya dekati dia dan berkata “ ya kenapa ilham?” “ sjfvhqeihbfqi” suaranya kecil sekali, benar-benar tidak terdengar dengan jelas, lalu saya dekatkan telinga saya dan saya ulangi pertanyaan saya “ yaa kenapa ilham??” lalu dia membalas “saya ngga nanya mademoiselle” DEG, kemudian hening, untuk menutupi rasa shock, saya langsung tertawa hahaha. Saya merasa bahwa apa yang dia katakan memiliki makna sebaliknya , misalnya dia bilang “ mademoiselle besok udah ngga ada ya?” lalu saya menjawab “ iyaaa” kemudian dibalasnya lagi “ yess, innalillahi...” DEG hahaha saya yakin betul kalau dia ternyata sedih saya tidak lagi mengajar di mia 1. Terlihat jelas dimatanya. ;;).


Ezra Muhammad Syah A , pertama kali melihatnya saya langsung teringat teman saya ketika di SMA, wajahnya 80 persen mirip namun sikapnya benar-benar berbeda. Sebagai seorang murid dia memiliki sifat lembut, sangat baik, dan perhatian , mungkin itu alasan dia senang membantu saya.

Gerard, laki-laki keturunan batak ini dianggap sebagai laki-laki yang tampan dan keren di kelas. Ia berkaca mata dan memiliki kemampuan bahasa inggris yang lumayan. Murid yang dimanapun saya bertemu pasti dia akan mengatakan kata-kata manis. Di awal pertemuan dia senang sering kali menanyakan akun IG saya, yang memang pada akhirnya saya beri karena prestasinya. Saya sebenarnya agak terganggu ketika dia sering ngegombal di tengah-tengah pelajaran dan didepan murid lainnya. Tapi saya pikir itu adalah salah satu bentuk mencari perhatian, lucu kalau mengingat kejadian-kejadian itu hemmm selama nilainya baik-baik saja saya akan tetap tenang, walaupun ia sering main hp dan tidak pernah mengikuti pelajaran dengan baik. Tapi entah kenapa nilainya selalu diatas rata-rata. Mungkin keburuntungan atau memang mukzizat. Sering saya melihat ia bertengkar dengan temannya, memang ia terlihat tidak terlalu akrab dengan yang lain, hanya bergaul dengan chikal. Namun saya yakin sebenarnya dia anak yang baik. Oya kapan kita makan bareng rard? Hahahah

Hafidz Achyar, laki-laki dengan kulit gelap ini memiliki wajah yang cukup manis dengan lesung pipit yang dalam. Dia adalah seseorang yang biasa-biasa saja, saya pikir dia pendiam, namun setelah melihat video PPAP yang tersebar di IG, berubahlah pandangan saya padanya hahaha mungkin dalam hal pelajaran dia cukup baik menangkapnya. Kadang mood-mood an. Tapi saya hargai semangat belajar mu pis.

Ibrahim Chikal Andrian, cowo berbehel yang ternyata baru saja putus dengan pacarnya dikelas sebelah ini adalah laki-laki petakilan, di awal dia cukup bersemangat bertanya apapun, dan tidak bisa duduk disatu tempat. Kecuali ketika dia sudah mulai mengantuk dan alhasil tertidur didalam kelas. Spot favoritnya adalah bangku kosong pojok kanan belakang. Saya sangat suka dengan nama-nama keluarganya terutama nama adik-adiknya,yang selalu saya lupa, ciko, chikal, cila dan cilo hmm saya terhibur ketika dia memperkenalkan keluarganya saat pengambilan nilai praktek berbicara. Ketika di penghujung perpisahan saya sempat berfoto bersamanya. Murid yang ingin dibilang murid kesayangan ini cukup merepotkan ya hahaha karena dia selalu menagih traktiran Mcd atau bahkan shushi tei.

Imam Zuhdi, oman... yaaa oman, saya baru tahu nama panggilannya itu di penghujung pertemuan kami ketika kami sedang bermain “ Tunjuk satu bintang”, saya suka dengan karakternya; rapih sopan, bertanggung jawab dan cerdas. Di minggu-minggu awal pertemuan dia sering mendekati saya sekedar untuk bertanya, walaupun terkadang agak sulit menjelaskannya tapi saya senang dengan perilakunya. Pernah pada suatu hari ia menawarkan puding a la ala nya, yaitu puding coklat melon. Hmm siapa yang baru mendengar puding dengan campuran unik ini? Hahaha saya agak bingung sebenarnya, namun setelah membeli dan merasakan puding tersebut, semua pikiran negatif dikepala saya langsung terpatahkan. Lembutnya tekstur dan combinasi rasa yang pas menyatu di dalam mulut saya, dan yang paling saya hargai adalah it’s hommemade dan dia menjualnya sendiri!! Waaa.. kamu cocok jadi pengusaha nak.

Kurnia Nur Amalia, Wanita tinggi dan berkerudung ini adalah sosok yang pendiam, pemalu dan penurut. Tulisannya sangat rapih dan cukup cerdas dalam menerima pelajaran. Saya senang dengan sikapnya yang baik, sopan dan lembut.

Muhammad Fauzi F, Oji ini adalah anak yang pendiam, Sari nama kekasihnya, wajahnya terbilang ganteng, ia duduk bersama Reyhan, walaupun bersebelahan dengan reyhan kelihatannya dia tidak terlalu se bersemangats seperti reyhan , atau mungkin saya belum terlalu mengenalnya, atau dia sebenarnya adalah anak yang cerdas namun tidak ingin memperlihatkan kepada teman-temannya. Sosok misteriuss. Hmmmm.

Rayhan Bronovan H, setiap melihatnya pasti saya akan terbayang angka 100 dan tulisan gramedia. Hahaha ya saya memiliki cerita lucu dengan laki-laki satu ini, reyhan nama panggilannya. Di minggu-minggu pertama saya tidak menyadari keberadaannya, walaupun dia duduk didepan. Yang saya tahu dia sering mengobrol dengan teman sebangkunya Oji, terkadang ia sesekali bertanya tentang pelajaran. Namun saya juga belum menyadari keberadaannya. Di monitoring pertama dia sempat ditegur oleh Ka Ratna karena selalu berbicara dengan teman sebelahnya. Tibalah pada suatu hari saya memberikan ulangan harian bersama kepada merekai. Ketika saya mengoreksi satu persatu, nilai cukup baik selalu hadir, kemudian kertas bernama reyhan muncul, tidak ada basa-basi saya langsung koreksi cepat. Karena sudah hapal dengan kunci jawaban jadi saya dengan cepat memberikan tanda benar di kertas tersebut, namun yang membuat saya terhenti adalah ketika semua jawaban teman-temannya salah, dia adalah seseorang yang benar. Saya berkesimpulan bahwa dia benar-benar memperhatikan pelajaran. Dan saya senang ternyata dia mendapatkan nila sempurna yaitu 100! Felicitation Reyhan. Belum sampai situ cerita ini berakhir. Karena sadar saya memiliki murid dengan potensinya itu, saya ingin memberikannya penghargaan sebuah notebook yang bertemakan tulisan-tulisan prancis. Akhirnya pada suatu kesempatan saya memberikannya dikelas. Kemudian setelah kembali ketempat duduk guru, DEG! Saya baru teringat bahwa harga buku tersebut belum sempat saya copot. :”) hahahah akhirnya saya langsung memanggil namanya “reyhaannnnnn, itu price nya masih ada yaa???” “ iya mademoiselle, belinya di gramed ya” DEG..... seolah dunia berhenti berputar saya benar benar memerah karena malu. Hahaha tapi kemudian dia berkata “ nggapapa mademoiselle yang penting ikhlas”. Hahahah ya begitulah ceritanya.

Muhammad Rafi, memang benar pernyataan tentang di kelas berapapun kamu mengajar, akan selalu ada murid yang selalu ingin mendapatkan perhatianmu. Mulai dengan cara yang baik seperti rajin di kelas, selalu mengerjakan tugas, tidak pernah, terlambat, bahkan sampai membantumu menenangkan suasana kelas. Tapi, ada juga yang mencari perhatianmu dengan justru bersikap usil di kelas, mengganggu temannya, bahkan mengganggumu. Ya Rafi namanya cowo berisik, dengan rambut jatuh ini pernah sekali dipanggil keruang BK akibat pergi meninggalkan kelas dan tidak kembali karena merokok di rumahnya, alasannya dia mengambil buku perancis. Sesampainya disekolah, ternyata dia ketahuan merokok karena baunya. Dia sering kena sumpah serapahnya Madame, semangatnya terkadang naik turun, ia sering main hp, kalau sedang uts atau ulangan bersama, dia pasti tidak bisa diam, pintar mencari peluang contekan hmmm tapi diakhir pertemuan dia meminta maaf atas segala kesalahan yang telah dia buat, dan saya sangat hargai itu. Setidaknya saya tahu bahwa dia masih memiliki sisi baik. Dan saya yakin dia akan menjadi siswa terbaik suatu hari nanti.

Dani Setyawan Anak baru ini, moodnya sulit ditebak. Saya pertama kali melihatnya adalah ketika ia dengan ibundanya berada di depan meja piket dan menanyakan keberadaan kepala sekolah, tapi kebetulan kepala sekolah sedang tidak ada di tempat, jadi kemudian esok hari beliau harus datang kembali kesekolah ini. Pada selasa pagi, ketika masuk ke kelas, saya dikejutkan dengan keberadaannya. Dia berpakaian dengan sederhana, duduknya dibelakang disamping Rafi. Yang sangat saya sayangkan adalah sikapnya sehari-hari dikelas. Dia lebih sering bermalas-malasan, bermain hp atau bahkan tertidur disaat saya menjelaskan materi. Pernah suatu hari saya bertanya mengapa ia sering tertidur dikelas, ternyata pada malam hari, ia harus membantu ibunya membuat sesuatu untuk dijual. Saya sangat yakin sebenarnya dia adalah seorang anak yang baik, pun sebenarnya ia juga anak yang bertanggung jawab.

Naufal Rafi Frizal, panggil saja Opal, laki-laki yang cukup terkenal karena account instagramnya ini adalah seseorang yang kreatif, tidak kenal urat malu. Mungkin bahasa gaulnya dia adalah seorang indovidgram, karena dia senang memposting video-video dengan cerita lucu bersama teman-temannya. Saya selalu mengikuti hampir semua video yang dia buat. Hem, video favorit saya adalah video PPAP! Unik sekali. Memanfaatkan momentum disaat lagu PPAP sedang viral, dia mencoba membuatnya sedikit berbeda dari para cover PPAP lainnya. Mungkin berkali-kali saya tonton video itu, selain karena musiknya yang riang, namun konsep dan cerita yang disajikan oleh video tersebut sangat tertata dengan baik. Saya doakan semoga anak ini menjadi anak yang sukses, gali terus bakatmu pal.

Nayla Salsabila Sabri, saya tidak terlalu mengenalnya dengan baik, dia adalah sosok wanita manis dengan hijab cantiknya. Selama bersamanya, saya pikir dia merupakan seseorang yang pendiam. Kenangan yang saya ingat bersamanya adalah ketika ulangan UTS tiba, dalam pelajaran bahasa prancis, ternyata saya mendapatkan kelas dimana hampir setengah murid saya dikelas tersebut. Namun jangan harap dengan mudahnya saya ingin memberikan kunci jawaban. Saya ingin mengajarkan kepada mereka bagaimana rasanya mendapatkan nilai dengan hasil sendiri, dengan usaha sendiri, karena jika mendapatkan nilai bagus, akan menjadi kepuasan tersendiri dan akan memotivasi untuk keepannya. Seperti yang dilakukan Nayla ini, ketika sedang pelajaran dia bertanya kepada saya mengenai beberapa soal yang menurutnya agak sulit, kemudian saya membantunya dengan runtutan cara menyeselaikannya. Saya hanya menuntunnya dan dengan sempurna ia mampu menjawab pertanyaan- pertanyaannya sendiri.

Putra Muhammad F, jika menyebut nama putra, yang terlintas dipikiran saya adalah sosok laki-laki kecil, imut nan empuk ._.v dia duduk dengan temannya yang bernama yosia, walaupun duduk bersama namun saya rasa mereka cukup berbeda pendapat, jadi setelah adanya rolling tempat duduk yosia tidak bersamanya lagi. Saya senang dengannya, terlebih ketika saya dihadapkan pada suatu kejadian, pada waktu itu setelah pelajaran saya, mereka harus pergi ke Laboratorium untuk melanjutkan pelajaran yang lain. Namun yang membuat saya bingung adalah beberapa anak terlihat sedang didepan ruangan, melakukan aktifitas tidak berguna. Akhirnya saya dekati mereka dan menanyakan hal tersebut. Ternyata mereka dikeluarkan akibat salah satu barang lab telah pecah, dan tidak ada seorangpun yang mengaku. Dengan sikap dewasanya, putra mencoba menyadarkan temannya untuk mengaku, dan menyelesaikan masalah ini. Resiko apapun ia hadapi, itu prinsipnya. Cukup menarik cerita ini ya. ;)

Yosia saya memanggilnya, laki-laki dengan kacamata dan rambut yang sedikit klimis serta selalu berpakaian rapih ini murid yang cukup unik. Dia selalu ingin terlihat berbeda ketika didalam kelas, respon yang dia lakukan selalu diluar ekspektasi saya, contohnya ketika dia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, jawabannya sering kali tidak tepat namun masih berhubungan. Terkadang lelah juga menghadapinya, namun semangat belajaranya yang tinggi membuat saya tidak patah semangat mengajarnya. Pernah suatu ketika saya meminta mengumpulkan buku paket yang harus terisi dari halaman 1 sampai 30, ketika saya memeriksanya ternyata banyak bagian yang belum dia jawab, sayapun segera memanggilnya dan bertanya “ Yosiaaa, kenapa ini banyak yang ngga diisi?” lalu iapun menjawab “ habisnya saya ngga ngerti mademoiselle, saya Cuma ngeti yang la famille doang, lagian kata Mme kan nanti utsnya fokusnya la famille aja” kemudian saya berkata “ yaudah kamu coba lihat temen-temen yang udah sana” lalu ia mejawab “ terus saya nyontek gitu mademoiselle?” hati sayapun terhentak, seperti ada sesuatu yang memukul batin saya. Sebagai guru, mungkin saya merasa gagal. Karena hal tersebut yang membuat anak-anak mengejar nilai saja, sekalipun itu tuntutan guru pamong untuk dimasukkan ke buku nilai,menurut saya menyuruh anak untuk menyalin memang tidak boleh dilakukan. Namun saya tidak ingin murid saya ikut gagal, sayapun kemudian menyuruhnya untuk mengerjakannya diluar jam pelajaran bersama saya.

Rea Mauludy Suryaman, laki-laki hitam manis ini memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi dan sangat dewasa terlihat dari cara bicara dan caranya bersikap sehari-hari, ditambah kemarin belum lama dia diamanahkan sebagai ketua pagelaran kelas XI MIA 1. Ada sedikit cerita tentangnya ketika saya selesai ujian Akhir PKM, pada saat itu bel masuk istirahat berbunyi, teman-temannya langsung bergegas menuju lab, namun ada beberapa anak laki-laki yang masih ada didalam kelas menemani saya membereskan laptop dan dokumen-dokumen, ketika seseorang anak mendekati saya, kemudian dia berkata “ mademoiselle maafin saya selama ini yaa mademoiselle kalo saya sering bikin salah ..” namun sebenarnya saya tidak pernah mempermasalhkan sikapnya sehari-hari akan tetapi saya sedih dimana ketika saya sedang melaksanakan ujian, anak tersebut bermain hp dan tidak memperhatikan saya. “kalian kenapa berisik dan main hp sihhh tadi???? Kata saya agak sedikit kecewa. Dalam perbincangan itu Rea pun mendekati saya, kemudian dia menenangkan hati saya dengan mengatakan “Nggapapa mademoiselle, kita itu ngobrol bukan untuk bercanda tapi karena kita diskusi, lagian menurut saya dosen mademoiselle dan mme delly juga paham ko kalo kondisi kelasnya kaya gini, ini kan lebih natural, lagipula saya juga ngga suka kalo kelasnya dibuat-buat.” Serunya. “Iya mademoiselle lagian saya kalo kelasnya sepi dan diem saya malah jadi ngantuk” Sulthon memberi penguatan. Disitu saya langsung berpikir bahwa apa yang dikatakan mereka adalah benar, lagipula ketika nanti kita mengajar, kita akan benar-benar menghadapi situasi reel, bukan situasi buatan seperti kebanyakan mahasiswa PKM lainnya yang menyuruh siswa agar tidak berisik dan tertib.

Sari Widiastuti, Saya memanggilnya sari, wanita manis yang berkerudung ini memberikan kesan pertama kepada saya bahwa dia adalah seseorang yang jutek, namun saya benar-benar salah menilainya. Beberapa kali dia sering menyapa saya dengan nada begitu dingin, dan beberapa pertemuan dikelas ketika dia menanyakan sesuatu kepada saya sikapnya benar-benar dingin sedingin angin malam. Namun saya tersadar bahwa isi dari setiap perkatannya itu adalah dia berusaha untuk peduli dengan saya. Dan itu terbukti hingga akhir pertemuan kita, mungkin memang seperti itu karakternya, mungkin pula karakter itu yang membuat Fauzi teman sekelasnya mencintainya. Dia adala seorang wanita yang moodnya sering berubah-ubah, kalau sedang rajin dia akan terus memperhatikan pelajaran dan bertanya-tanya, namun ketika moodnya sedang buruk, hancur dunia persilatan. Hahahah.

Syafira, Fira sapaan akrabnya, wanita yang satu ini adalah soulmatenya sari teman sebangkunya. Dia adalah seorang wanita yang imut, wajahnya terlihat seperti keturunan Arab, tubuhnya langsing dan lesung pipitnya yang dalam membuatnya terlihat lebih manis. Dia sempat tidak masuk berminggu-minggu, sayapun melihat IG story miliknya yang menunjukkan bahwa dia sedang dirawat dirumah sakit. Dia memiliki sakit organ dalam, sulit bernapas katanya. Namun setelah pulang dari rumah sakit, alhamdulillah dia sudah lebih baik. Semoga sakitnya tidak kembali lagi ya Fira. Saya ingat satu kejadian dimana ketika dia mendapatkan nilai remedial di ulangan tengah semester, sedangkan teman sebangkunya sari mendapatkan nilai tinggi diatas 90, singkat cerita sari menyanggah saya ketika sedang mengoreksi bersama, ternyata nilai yang saya berikan ada kesalahan, saya membenarkan nomer yang seharusnya salah, dan saya menyalahkan nomer yang seharusnya saya benarkan. Walaupun nilai tersebut tidak mengubah segalanya namun saya sangat menghargai kejujuran mereka. Begitulah seharusnya, karena memang nilai bukan segalanya. Kita hanya harus fokus terhadap passion yang kita memiliki namun tanpa melupakan usaha di segala bidang lainnya, tidak perduli berapa nilai yang didapat, yang terpenting adalah sudah seberapa banyak usaha kita untuk mencapainya.

Sulthon Makruf Z, Sulthon ini adalah anak yang sangat lucu, rambutnya selalu berantakan, badannya kurus hampir mirip dengan batang bambu. Saya sempat berpikir bahwa dia seorang anak yang tidak memiliki semangat belajar. Ia memiliki kantung mata sangat mencolok, dan memang sering kali saya melihatnya tidur disaat jam pelajaran. Namun memang yang perlu disadari, bahwa tidak semua anak dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Sulthon adalah seorang anak yang moodian, ketika moodnya sedang turun dia benar-benar tidak ingin belajar, akan tetapi ketika moodnya sedang baik, dia akan menjadi murid paling menonjol dikelas. Dia akan bertanya-tanya jika dia tidak mengerti, dan sayapun salah menilainya, pada kenyataannya dia seseorang yang dapat menangkap penjelasan dengan cepat. Maka dari itu, tergantung bagaimana guru memberikan media pembelajarannya. Sulthon adalah tipikal orang yang mudah bosan, dia akan bersemangat jika suasana kelas ramai, namun sebaliknya, jika suasana kelas sangat sepi, udara pagi akan berbisik ditelinganya “tidurlaahhh~ tidurlahhhh nak ~” hahahaha.

Kalau mengenang kembali masa-masa PPL, rasanya memang menyenangkan ya . Hari-hari berkumpul bersama, bercengkrama yang telah kita lalui selama ini, rasanya begitu singkat, suka duka yang saya rasakan tidak pernah pergi dari ingatan saya. Saya sangat beruntung bisa mengajar di SMA 27, karena memang benar-benar banyak pelajaran yang dapat saya ambil terutama dari murid-murid kesayangan saya di MIA. Mereka sangat pintar, lucu, dan unik. Sayang seribu sayang hanya lima bulan waktu saya disana. Padahal saya sangat ingin dekat dengan mereka.

Jangan khawatir, kenangan-kenangan kecil terekam jelas dikepala seperti ketika saya selalu lupa menandatangani literasi kalian, ketika pelajaran mulai berganti dan Andi masuk secara tiba-tiba lalu kalian meledek saya, entah apa alasannya hahaha, saya benar-benar rindu suasana kelas yang terkadang ramai, terkadang sepi karena banyak yang tidak enak badan, terkadang karena akan ada ulangan berikutnya, terkadang pula tugas yang menumpuk membuat kalian tidak fokus di pelajaran saya.

Sungguh berat rasanya meninggalkan kalian. Terimakasih Alicia, Febby, Oji, Reyhan ,Alifya, Jessie ,Dinda ,Erika ,Mizan, Ganjar, Aprizal, Ardhia, Diaz, Sulthon ,Balqis, Chikal, Gerard, Haryati ,Hafidz, Imam, Kurnia,Rea ,Rafi, Ezra, Mujellalah,Muti, Feni Nadya ,Opal, Nayla,Yosi,Putra, ,Sari, Sittah, Syafira, dan Dani. Terimakasih pelajaran berharganya, terimakasih udah mau dengerin mademoiselle dikelas, terimakasih udah mau perhatiin mademoiselle, terimakasih untuk kerja keras kalian, terimakasih udah bikin kangen tiap hari selasa dan rabu, terimakasih ya. 

Terlalu banyak moment indah yang kita lewati, tak terasa lima bulan sudah kita bersama dan itu menandakan bahwa berakhir pula tugas saya mengajar di MIA 1. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Allah SWT mempertemukan untuk satu alasan, entah untuk belajar atau mengajarkan, entah hanya sesaat atau untuk selamanya, entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekadarnya, akan tetapi tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut, tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan.

Belajarlah dari Barat, tapi jangan jadi peniru Barat, melainkan jadilah murid dari Timur yang cerdas begitu Tan Malaka berkata. Push yourself because, no one else is going to do it for you. Dont stress, do your best every day that brings you closer to your dream. Au revoir Mes Chèrs élèves. Je vous kiffe tellement!!


Sabtu, 03 Desember 2016

Review Pementasan Jupri dan Bajak Laut oleh Teater Castra Mardika


Kebudayaaan dalam suatu bangsa akan berkembang dengan seiringnya perubahan zaman, dari kebudayaan tradisional ke peralihan sampai akhirnya menjadi budaya yang modern. Pergesaran kebudayaan ini disebabkan oleh banyak hal seperti adanya globalisasi yang menyebar luas . Akan tetapi bukan berarti kita menutup diri rapat-rapat dari kebudayaan luar, kita hanya perlu melakukan penyaringan atau pemilihan  terhadap budaya luar tersebut sehingga sesuai dengan kepribadian bangsa kita.
Suatu contoh akibat globalisasi yang paling nyata yaitu ibukota Indonesia, Jakarta. Jakarta dulu merupakan kota yang kental akan budaya betawi, namun sekarang sudah jarang ditemui kebudayaan betawi di Jakarta seperti lenong salah satu contohnya. Meskipun sudah sedikit peminatnya, Teater yang berasal dari UKM UNJ ini masih berusaha untuk melestarikan budaya betawi dengan menampilkan Teater yang berjudul Jupri dan Bajak Laut.
Sebelumnya saya belum pernah menyaksikan pementasan yang di persembahkan oleh Teater Castra Mardika, maka dari itu ketika saya mendapatkan broadcast dimana isi pesan tersebut memberitahukan pada 30 November 2016 akan ditampilkan sebuah pementasan teater dari teater tersebut. Rasa penasaran saya bertambah ketika saya melihat latihan mereka di teater terbuka UNJ. Begitu lihai mereka melatih tubuhnya dan sempat beberapa kali blocking. Dan alhamdulillah saya akhirnya menonton mereka diatas panggung yang cukup megah di sebuah gedung pertunjukkan Mis Tjitjih Jakarta.
Pementasan dimulai pukul 7.30 malam waktu setempat, kemudian terdengar suara berat menyambut penonton dan mempersilahkan penonton untuk menikmati pertunjukkan. Lampu kemudian mati, dan tidak lama menyala kembali, beberapa orang dengan baju berwarna hitam keluar dari backstage sebelah kiri, mereka adalah para pemusik. Suara tepuk tangan penononton mulai memecah ruangan yang tadinya sunyi dan pementasan pun dimulai.
Musik betawi tiba-tiba berbunyi dengan suara sound yang keras, kemudian lampu menyala warna-warni untuk menyambut para aktor keluar. Mereka muncul berbaris layaknya paskibra dari 4 sisi pangung yang berbeda berjalan membentuk sebuah blocking yang indah. Pembukaan yang sangat menakjubkan, menghibur para penonton yang lelah seharian dengan rutinitasnya. Suara musik yang semangat seraya menyemangati para aktor diatas panggung di kombinasikan dengan lampu-lampu berkelap-kelip yang menjadikan warna kostum yang mereka pakai terlihat.
Tiba-tiba keluarlah sosok yang mungkin sudah tidak asing bagi kita yang sering menonton televisi, yaa, dia adalah alumni UKM UNJ yang membentuk sebuah group lawak bernama Cagur, Narji namanya. Dipementasan kali ini beliau menjadi seorang dalang. Ia menceritakan asal-usul cerita tersebut, setelah selesai tanpa basa-basi ia berkata “Kembali ke Tee Pee Uuu”, biar antimainstream ucapnya kalau dia menyebutnya ‘kembali ke TKP’.
Lakon Jupri dan bajak laut menceritakan seorang yang lahir ditanah betawi bernama Jupri yang ternyata ia seorang keturunan China. Jupri murid pindahan yang sekarang disekolahkan, gurunya dipanggil oleh murid-muridnya dengan sebutan Kangguru. Sayangnya Jupri malah bermalas-malasan dikelas, ia tertidur pulas dalam pelajaran pencarian arah mata angin. Setelah selesai sekolah ibunya datang untuk memberitahukan bahwa ayahnya telah meninggal. Sebelum meninggal ayahnya menuliskan wasiat kepada Jupri agar anaknya mengambil harta warisan yang ia tinggalkan di kota Ceribon. Akhirnya Jupri mulai menjelajah pulau jawa untuk menuju kota Ceribon, namun sayang seribu sayang, ia tak tahu arah yang dituju karena tertidur di pelajaran arah mata angin, ia pun tersasar. Lelaki dengan logat betawinya yang kental itu bertemu wanita cantik bernama Edith, dia seorang bajak laut, singkat cerita edit mengetahui bahwa Jupri ingin mencari harta warisan ayahnya, edithpun tergiur dengan harta warisan tersebut, akhirnya edith memanfaatkan kedekatannya dengan Kapten ketek grondrong seorang kapten dikapal agar Jupri dapat menumpang dikapalnya. Sempat ada beberapa perhelatan hebat dikapal akibat keputusan edit dan kapten namun semua terselesaikan dengan baik.

Cerita yang cukup menarik, namun ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan setelah menonton pementasan tersebut. Saya merasakan sedikit tidaknyaman ketika musik yang dimainkan untuk menyambut celetukkan dalang terus diulang-ulang. Meskipun begitu suara sound yang keras dan alunan musik betawi yang dimainkan secara live membuat saya terhibur.
Saya tidak begitu menyukai suasana adegan dalang bercerita, ketika lampu semua padam dan tersisa lampu sorot berwarna kekuningan. Saya merasa kurang asik untuk permainan warnanya, panggung tersebut lebih terlihat rumah yang sedang mati lampu dimana dalang membawa lilin ketengah panggung. Kemudian untuk sebuah pementasan terkadang kita memang harus mengikuti perkembangan zaman, dan ini adalah teater ke 3 yang pernah saya nikmati, mereka menggunakan infocus bergambarkan hutan untuk latar panggung dengan sedikit sentukan pohon yang telah ditebang di sisi kanan panggung. Di adegan kedua, mereka tidak menggunakan infocus tetapi panggung diisi dengan barang-barang seraya sedang diatas kapal. Kemudian di scene ketiga mereka kembali menggunakan infocus dengan gambar bendara bintang dan udang yang menunjukkan ke khasan kota Ceribon.

Makeup adalah salah satu bagian penting dalam sebuah pementasan, ketika para pemain tidak memakai hiasan diwajah rasanya pementasan seperti kurang lengkap seperti yang saya rasakan ketika melihat Dalang. Selain itu sentuhan makeup juga menguatkan karakter para aktor namun saya kurang setuju dengan pemilihan warna yang digunakan dalam pementasan ini, warna dasar yang digunakan terlalu putih seperti memakai pidi, lalu countouring di pipi terlihat kurang natural. Adapun makeup karakter laki-laki tua yang digunakan kangguru dan bajak laut tidak natural karena mungkin tidak di blended. Saya juga sedikit bingung untuk penggunaan make up ibu jupri terlihat seperti geisha, menurut saya akan terlihat lebih realis jika wajahnya diberi sentuhan make-up cantik dan sedikit sentuhan eyeliner agar terlihat sipit.
Ragam baju yang eye catching terlihat bagus karena warnanya yang beragam, cerah, dan lucu. Beberapa baju bajak laut tidak terlalu kuno dan antimainstream mengikuti perkebmbangan zaman.
Pada saat pengadeganan saya rasa ada beberapa aktor yang tidak seharusnya dimainkan, karena mereka sangat kaku. Saya juga sangat notitce kepada Kangguru karena ia sering melakukan pengulangan yang membuat dialog tersebut agak jayus. Dalam sebuah pementasan memang kita tidak pernah luput dari kesalahan seperti Ibu jupri tiba-tiba masuk kedalam panggung tanpa motivasi, lalu adegan ketika jupri membaca wasiat dari ayahnya, surat yang dibacanya sudah diputar sampai bawah tetapi belum habis isi surat tersebut ia malah menarik surat dan membacanya kembali dari atas.
Meskipun begitu saya merasa senang ketika melihat jupri beradegan karena actingnya sangat baik dan luwes. Tapi yang harus saya akui pula pendalaman karakter dari segi warna suara untuk menjadi seseorang yang lahir ditanah betawi kurang kuat. Yang lebih cocok dijadikan Jupri adalah si bajak laut karena warna suaranya yang berat dan sedikit serak.
Ditengah pertunjukkan saya menyadari bahwa ada beberapa aktor yang bertanggung jawab memerankan dua karakter, entah apa karena sdm yang kurang atau memanfaatkan aktor dengan sebaik-baiknya. Ketika melihat Edith, dia adalah seorang gadis yang cantik, tinggi dan putih, namun ternyata keaktorannya sangat disayangkan. Dia begitu kaku memainkan setiap dialognya terlebih ketika dia melakukan slowmotition, terlihat sekali bahwa anggota tubuhnya yang hidup hanya kakinya, namun dari pinggang keatas badannya benar-benar kaku. Maka siapapun yang membaca tulisan ini, kalian harus sadar bahwa olah tubuh sangatlah penting untuk menjadi seorang aktor.  Begitupun Qoriah seorang wanita berprofesi sebagai asisten dikapal ini sangat kurang mendalami karakternya, terutama ketika ia sedang duduk-duduk dikapal mendengarkan ceramah sang kapten, ia duduk menyamping bagaikan wanita dari sebuah kerajaan yang berasal dari pulau jawa, mungkin akan lebih baik ketika ia duduk menyila atau mengangkat sebelah kakinya agar terlihat lebih liar, dengan begitu ia akan terkesan seperti seseorang yang memang sudah berpengalaman banyak di laut.
Hal yang saya sadari di penghujung pementasan adalah rasa kantuk yang tak henti-hentinya menyerang saya, mungkin ini akibat dari dialog yang tektoknya lama sehingga membuat pementasan ini terasa sangat lambat dan bisa ditebak adegan-adegan selanjutnya. Dan yang paling mengganggu saya adalah ada banyak adegan-adegan kurang penting seperti si Dalang terlalu berlama-lama dipanggung dengan adegan improvisasi yang  sangat  jayus.
Meskipun begitu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Teater Castra Mardika, karena banyak pelajaran yang dapat saya ambil hikmahnya setelah pementasan tersebut, saya pun sangat menghargai bagaimana Komunitas tersebut masih ingin berusaha melestarikan budaya salah satu kota di Indonesia yaitu Ibu Kota Jakarta. Untuk menutup, tanpa mengurangi rasa hormat, saya secara pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Castra Mardika karena  mungkin saya terkesan begitu terlihat sok tahu dalam mereview pementasan kali ini. Namun saya hanya ingin menyampaikan beberapa kesan dan untuk mengenang setiap pementasan yang saya hadiri. Sayapun berharap semoga review saya kali ini berguna untuk merefleksi diri agar menjadi lebih baik kedepannya.

Salam Budaya
Talitha Shabrina


Review pementasan Monolog 3Perempuanku. Bukan bunga bukan lelaki.




Monolog? setiap mendengar kata itu selalu muncul rasa penasaran yang amat dalam dibenak saya. Bagaimana bentuknya? Ada berapa aktornya? Bagaimana cara memainkannya? Apa berbeda dengan pementasan Teater? Dan Monolog 3Perempuanku ini adalah pementasan Monolog pertama yang saya tonton langsung.

Monolog ini menceritakan tentang tiga perempuan berbeda “ kelas sosial”,  Wagiyem, Renata, dan Liza sama- sama menjadi korban poligami seorang lelaki, mantan preman yang kemudian menjadi anggota parlemen di Jakarta. Wagiyo Tirto Hadikusumo, nama anggota parlemen itu “kabur” ke Jakarta meninggalkan Wagiyem selama 10 tahun, yang akhirnya Wagiyem menjadi buruh cuci dikampungnya. Ketika menetap di Jakarta , Tirto Alias Wagiyo menikahi Renata, seorang perempuan kota lulusan sekolah luar negeri. Renata tak punya daya untuk menolak Tirto karena rayuan ayahnya yang mengiming-imingkan Renata akan menjadi pejabat. Namun disitulah awal mula penderitaan Renata, ia tahu bahwa Tirto sudah memiliki istri di kampung dan wanita simpanan, ia menyadari suaminya sudah jarang pulang. Sementara Liza adalah perempuan bercita-cita sederhana, hanya ingin menjadi penyanyi dangdut berkelas nasional dengan memiliki album. Cita-cita itulah yang di plintir Wio (Wagiyo) untuk menjanjikan album, dengan syarat mereka harus menikah. Ketiga perempuan berbeda latar belakang itu tidak bodoh, mereka mencium ada yang tidak benar dengan perilaku laki-laki yang mengabaikan mereka. Pun mereka tidak buta isu yang berkembang di masyarakat, ada pejabat yang memakai jam berharga miliaran rupiah, dan yang bertemu Donal di Amerika.


Pementasan dimulai. Layar perlahan naik membuka panggung. Tiba-tiba mata saya tidak ingin berkedip satu detikpun melihat settingan panggung yang sangat-sangat membuat saya kagum, tidak berhenti mata ini menyusuri setiap detail panggungnya “saya jatuh cinta”.

Setting panggung menggambarkan 3 rumah dengan konsep setiap rumah mencerminkan derajat para pemainnya. Modern and simple.

Rumah Renata : ruang tamu, bunga, boneka sofa mini dan meja yang modern
Rumah Wagiyem : beberapa ember dan gilasan untuk mencuci
Rumah Liza : ruang tamu ala kos-kosan dengan meja, bucket bunga dan kursi panjang
Yang paling menarik hati adalah mereka menggunakan Video Maping untuk latar panggung. Menurut saya ini adalah angin segar dalam satu pementasan, menyesuaikan dengan keadaan zaman atau bisa saya sebut “ tidak kaku” perinterpretasiannya.

Belum sampai disini decak kagum saya. Saya sangat terkejut ketika layar naik sampai atas. Dan disanalah para pemusik bermain. Panggung diatas panggung? Wow.
Lightingnya juga tidak kalah kerennya, porsinya pas untuk setiap adegannya. Saya seperti  ada di acara festival-festival musik ketika Dewa Budjana turun panggung dan memainkan gitar melodinya.


Jika dilihat dari segi naskah, isinya sangat menarik dan penuh dengan sindiran-sindiran pada para pemimpin negeri ini.

"Maju-maju partaiku, sejahtera anggotanya'. Anggotanya? Bukan rakyatnya ya?" Renata, bertanya kepada teman di telepon tentang lagu yang harus mereka nyanyikan di Munas.

Monolog tanpa interaksi dari ketiga tokohnya ini membuat para pemain dapat mengeksplorasi peran masing-masing.


Wagiyem, muncul sebagai seorang buruh cuci berbadan gemuk, berlogat ngapak juga cadel R yang menurut saya dia sama sekali tidak terlihat ‘berpura-pura’ dipanggung. Lalu Renata, seorang wanita sosialita cantik berkelas, dengan pembawaan gaya bicara seperti pejabat yang muncul dengan membawa banyak belanjaan. Sementara Liza Sasya, muncul dengan karakter khasnya yaitu goyangan galau dan desahan genit dalam setiap katanya, warna suara serta cengkok dangdut yang indah melengkapi kesempurnaan actingnya.



Namun dari ketiga pemain diatas yang menurut saya sangat berkarakter adalah Wagiyem( Innaya) dan Liza ( Happy Salma), mereka mampu berinteraksi dengan penonton juga mengajak penonton untuk tertawa setiap menitnya. Saya tidak merasakan kesan “mereka berusaha melucu dan sangat ingin ditertawakan”.

Dari segi cerita, kita diajak untuk bercermin pada kehidupan kita, khususnya para wanita, kenyataan yang mungkin sudah pernah kita lihat, dengar dan rasakan.

Adegan terakhir ditutup dengan monolog satu persatu menyampaikan pesan dan peringatan untuk kita semua. Mereka tidak ingin perempuan menjadi korban dalam kasus korupsi, perempuan bisa menjadi pilar dalam memberantas korupsi.

"Jangan sampai ada Wagiyem, Renata dan Liza yang lain."


Saya masih sangat awam dalam dunia Teater, Review ini saya tulis sebagai kesan pertama saya terhadap monolog, dan Rangga Riantiarno sebagai sutradara juga para aktor berhasil membuat saya terkagum-kagum pada Monolog, #3PEREMPUANKU, Bukan Bunga Bukan Lelaki.

Selamat atas pementasannya. Semoga saya masih bisa menikmati pertunjukan Monolog yang luar biasa.

Salam Budaya

Talitha Shabrina

Review Pementasan TED dengan lakon Death Of Salesman



Kemarin malam 8 Maret 2016 tepat pukul 7 malam Theatre Of English Department mempersembahkan sebuah lakon berjudul Death Of Salesman yang di Sutradarai oleh salah satu Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris ini, yang pada pementasan sebelumnya mereka telah menampilkan lakon Sweeny Todd dengan sangat baik.

Penulis dari naskah yang mereka mainkan adalah Arthur Miller, seorang penulis dan juga pemain drama yang lahir di New York pada tahun 1915. Alasan TED memainkan naskah ini karena novel The Death of Salesman sudah dikenal di mata dunia. Dan sudah sering di pentaskan di Broadway. Pentas ini berhasil menceritakan tentang tragedy besar di Amerika.
Sekilas sinopsis, lakon ini berkisah tentang seorang salesman tua yang sudah tidak produktif lagi dalam menggaet pembeli dan mengalami konflik batin tingkat akut sehingga terlalu banyak melamun  sampai seolah-olah lamunan dan kenyataan sudah saling mempenetrasi. Sering setiap kali ia mendapatkan kesempatan sendiri ia gunakan untuk merenung, lamunan langsung menyerangnya.

Death of Salesman adalah sebuah cerita tentang tragedy social dan juga individu yang menunjukkan perubahan pada budaya. Hal ini dapat dilihat dari tokoh utama dalam cerita ini, Willy. Ia merupakan salah satu dari kelompok kelas menegah neurotic yang terjebak di sebuah kota besar dengan mimpi-mimpinya.

Drama tersebut menyajikan bentrokan dramatis antara  mimpi dan kenyataan. Willy, seorang yang memiliki pemikiran jauh dari realita. Ia mencoba untuk menyarankannya anaknya, biff, untuk mengikuti alur mimpi-mimpi Willy. Menjadi seorang salesman sukses.
Ketika perlahan ia mulai mendekati realitas buruk di dalam kehidupannya, Willy tidak pernah menyadari bahwa akan ada fakta menyakitkan yang merubah keadaan keluarganya.
Namun, fakta buruk terjadi. Willy merasa kehilangan segala kehormatannya di hadapan anaknya. Suatu hari, Biff melihat seorang wanita dikamar Willy. Biff pun sangat terkejut dan kecewa terhadap apa yang diperbuat oleh ayahnya.

Willy menyesalkan atas semua yang sudah terjadi. Dia pun masih menyimpan rapat-rapat rahasianya ini. Hanya Biff dan dirinya lah yang tahu. Disisi lain Biff pun tak ingin menceritakan kepada siapapun atas apa yang sudah diketahuinya tentang keburukan ayahnya. Biff merasa seperti mengkhianati ibunya karena tidak menceritakan hal ini. Namun, Biff pun tidak ingin hubungan kedua orang tuanya tidak harmonis karena ini. Selain dia gagal menjadi seorang salesman sukses, dia juga gagal menjadi seorang ayah yang baik buat anak-anaknya. Ketika dia tahu bahwa ada yang berubah pada diri Biff, dia menjadi frustasi. Dan Willy pun menyadari bahwa bukan karena kepribadian menarik dari seseorang, tetapi uang yang menjadikan manusia disukai di masyarakat.

Disisi lain, Happy, anak kedua dari Willy, memperhatikan gerak – gerik ayahnya tsb. Dia merasa ada yang aneh dengan ayahnya karena Willy sering berbicara tidak jelas pada dirinya sendiri. Happy mengkhawatirkan keadaan ayahnya.

Kedua anak Willy mengerti dan memahami akan semua kondisi yang dialami ayahnya. Tetapi Willy seolah tak ingin menyadari keterpurukannya. Dia tetap berusaha memperlihatkan pada anak-anaknya, dan juga istrinya jika dia masih tetap kaya. Walaupun faktanya Willy sudah tidak memiliki harta yang bisa diwariskan pada mereka.

Klimaks dari cerita ini pun terjadi. Kegagalan Willy untuk mengenali cinta yang ditawarkan kepadanya hanya lah siksa batin. Dalam fikiran Willy, tidak adanya pengetahuan diri yang dia miliki, menjadikan dia untuk mencapai hasil yang nyata dari semua ketidaksuksesannya tsb.  Dalam semua angannya, tidak ada yang bisa terwujud. Dan akhirnya dia berusaha untuk bunuh diri. Dengan cara ini lah dia mengakhiri semuanya.

Saya cukup kecewa dengan pementasan kali ini karena ada banyak detail yang hilang dari pentas sebelumnya.


Untuk setting panggung saya kurang menikmatinya karena mereka menggunakan konsep yang sama yaitu menggunakan panggung atas dan bawah terkesan rumah bertingkat. Namun posisi yang mereka gunakan hampir mirip dengan pentas sebelumnya.

Di bagian lighting ada beberapa adegan yang warna lampunya tidak sesuai. Kemudian aktor kurang peka dengan keberadaan lampu, sehingga sering wajah mereka tidak terlihat karena gelap.

Untuk makeup panggung para aktor tidak terlihat natural karena makeup yang kurang rata, terlalu putih dan tidak menjamah bagian leher juga tangan hanya fokus dimuka saja sehingga menyebabkan seperti hantu. Makeup karakter pada aktor perempuan belum sesuai dengan umurnya yang tua, karena dia masih terlihat cukup muda .

Kemudian kostum yang mereka gunakan cukup sesuai dengan naskah bahkan pementasan teater di america, namun kostum tokoh utama kurang bervariasi karena terkadang kostum dengan suasana adegan tidak sesuai.  Ketika willy dan istrinya berada di luar rumah mereka menggunakan sendal hotel, mungkin akan lebih indah jika mereka menggunakan sendal biasa.

Disetiap adegan mereka menggunakan rekaman instrumental dan gitar. Saya sangat menyayangkan ketika musik pendukung sering tidak muncul, yang menyebabkan adegan penting terlewat begitu saja tanpa ada penekanan atau pendukung. Hal itu membuat alur pementasan begitu datar.

Untuk keseluruhan isi adegan saya tidak tahu kenapa mereka diluar ekspektasi saya. Mereka hanya mengobrol dan memainkan intonasi saja. Terlalu monoton karena tidak ada adegan spesial. Tidak seperti pentas sweeny todd yang memiliki titik-titik klimaks dan antiklimaksnya. Sepanjang pementasan sering saya tidak paham kapan pergantian suasana atau waktunya, berganti begitu saja tanpa ada pengubahan setting atau penjelasan.

Suara dan sikap dari karakter linda si perempuan tua tidak menggambarkan umurnya cukup timpang jika dibandingkan dengan willy. Bisnis acting para aktor agak monoton, seperti contohnya mereka sering menaruh tangan dikantong dan minum air, begitu terus berulang.
Pergantian adegan sangat lama kira-kira sekitar 4 menitan lampu redup namun memang tetap ada sedikit musik pelan megiringi dan lampu yang remang.

Akan tetapi tidak dipungkiri saya begitu mengagumi tokoh utama Willy, kekonsistennan beractingnya membuatnya terlihat sangat natural, tidak seperti dibuat-buat. Juga cara berdialog para aktor yang sangat baik, artikulasi yang cukup jelas, intonasi yang baik, dan accent yang pada porsinya atau tidak berlebihan.

Untuk menutup, tanpa mengurangi rasa hormat, saya secara pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar TED karena  mungkin saya terkesan begitu lancang atau terlihat sok tahu. Namun saya hanya ingin menyampaikan unek-unek keluh kesah saya sendiri. Saya sangat berharap mendapatkan kesempatan lagi untuk menonton pentas TED selanjutnya dengan konsep yang lebih segar.

Terimakasih, salam budaya


Talitha Shabrina

Jumat, 30 September 2016

Menjadi Mahasiswa Baru? Jangan Culture Shock !!


Mungkin memang sangat menyenangkan ketika nama kita tertera dalam pengumuman kelulusan SNMPTN/SBMPTN atau masuk Perguruan Tinggi yang di idam-idamkan. Ya, memang suatu kebanggaan yang luar biasa jika dunia studi yang kita harapkan selama ini bisa benar-benar terwujud di kehidupan kita sekarang. Namun ingat, jangan terlalu lama-lama nyaman dengan apa yang telah digapai, karena ini bukan akhir dari masa studimu, tapi ini adalah awal dimana kamu akan fokus pada bidang yang kamu pilih, dan ini pula yang akan membawamu ke dunia kerja nanti.

Melangkah ke dunia studi baru biasanya akan memberikan semangat dan energi baru, terlebih dunia studi tersebut adalah yang diharapkan selama ini. Menyandang perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa, pasti memberikan kebanggaan tersendiri bagi tiap pelakunya. Namun, sebelum berjibaku di bangku perkuliahan, ada baiknya para mahasiswa baru (MABA) perlu mempersiapkan diri dengan matang. Sebab, sukses di bidang akademik tidak hanya membutuhkan kecerdasan otak, tapi juga membutuhkan keterampilan dalam segala hal.

Nah disini saya akan berbagi pengalaman dengan kamu mahasiswa baru, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan setelah menyandang status “Mahasiswa” :


1.       Pastikan jurusan yang diambil sesuai
Disebuah kampus, entah itu kampus favorit ataupun tidak, pasti ada yang namanya mahasiswa masuk jurusan yang tidak sesuai dengan keinginan atau biasa disebut “kecemplung”, dikarenakan pilihan terakhir. Kalau kamu merasa bahwa kamu memang tidak berminat, tidak nyaman, bukan passionmu, bahkan tidak memiliki keahlian dibidangnya, maka cepatlah ambil tindakan sebelum terlambat. Karena jika kamu memilih untuk pindah jurusan dari semester awal itu lebih baik daripada setelah sudah melewati 5 semester dan kamu baru menyadari bahwa kamu tidak suka atau tidak berbakat dibidang tersebut. Kamu tidak akan membuang-buang sisa umurmu dengan kesia-siaan. So, putuskan sekarang juga.

2.       Tentukan target kelulusan
Disinilah banyak janji-janji palsu yang akan terucap ketika menjadi MABA. Sangat mudah menjawab ketika orang bertanya “Target lulus mau sampe berapa tahun?” dan dengan keyakinannya MABA menjawab “ 3,5 tahun dong”.  Tapi tidak disangka-sangka setelah semester 4 janji itu akan sedikit demi sedikit memudar karena pergaulan bebas, terlalu sibuk organisasi, mendapatkan nilai diluar ekspektasi, bekerja sambil kuliah dsb.

Yang harus kamu lakukan sebagai MABA yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong adalah tentukanlah target kelulusan mu kemudian kamu bisa menempelkan target itu besar-besar dikamar agar kamu selalu ingat tinggal berapa tahun/bulan/hari lagi kamu harus lulus dari kampus tersebut. Kemudian kamu harus yakinkan dirimu setiap hari bahwa kamu harus konsisten akan janjimu.

3.       Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk di SMA
Sangat sulit menghilangkan kebiasaan ketika kita masih di SMA, karena memang selama kurang lebih 3 tahun kita berkutat di sekolah dengan teman yang itu-itu saja dengan guru yang itu-itu saja dan dengan pelajaran yang itu-itu saja. Sehingga kita sudah terlalu nyaman dengan kebiasaan belajar yang juga itu-itu saja.

Ketika kamu sudah memasuki dunia perkuliahan, terkadang kamu akan merasakan Jetlag belajar, yaitu dimana kamu akan merasa tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Berbeda dengan SMA yang masuk pukul 6.30 dan pulang pukul 15.00, jam matakuliah dikampus akan sangat bervariasi. Terkadang kamu akan mendapatkan full day classe, dimana kamu akan berangkat gelap dan pulang gelap kemudian ada pula jam kuliah bolong-bolong, contohnya kamu hanya memiliki 2 matakuliah, masuk pukul 8 pagi setelah selesai kamu harus menunggu matakuliah kedua di jam 4 sore. Disini kamu harus benar-benar memanfaatkan waktu senggang tersebut dengan bijak, karena yang sudah terjadi mereka yang memiliki waktu senggang seperti itu akan lebih memilih mampir ke kostan teman dan memilih untuk tidur atau sekedar menonton. Padahal yang seharusnya dikerjakan mahasiswa adalah berdiskusi.

Maka kuatkanlah imanmu agar tidak terpengaruh oleh kebiasaan-kebiasaan malas sewaktu di SMA, belajarlah ketika ada waktu kosong, minimal diskusikan apa yang akan dipelajari nanti, itu akan sangat membantu.

4.       Siap-siap Shock Culture!
Apasih Shock Culture? Saya juga baru menemukan kata tersebut dibangku perkuliahan. Dimana kamu akan benar-benar bertemu dengan berbagai karakter-karakter manusia secara langsung, kemudian melihat kebiasaan-kebiasaan yang janggal. Di SMA biasanya kamu akan bertemu dengan orang-orang yang masih dominan normal, tapi ketika masuk kampus mungkin kamu akan berkata “gila gila gila beda banget... 180o asli” , kenapa? karena disana kamu akan bertemu dengan orang-orang yang terkadang lucu, unik bahkan menyenangkan tapi bisa jadi kamu akan bertemu dengan orang yang aneh, tidak wajar, unsoc extrem dll, ada pula beberapa orang yang akan bangga memamerkan kekasihnya yang “sejenis”, kemudian kalian juga bisa menemukan orang-orang yang tidak ada rasa malu memamerkan kemesraannya dimuka umum dannnn... coba temukan sendiri. Kuncinya, jangan kaget dan adaptasi J.

5.       Carilah teman yang sesuai dengan karaktermu dan mendukungmu
Penting sekali untuk berkumpul dengan komunitas yang baik, karena insyaAllah kita akan tertular sifat baiknya. Bisa diibaratkan seperti penjual minyak wangi, kalau kita berteman dengannya kita akan kecipratan wanginya. Komunitas yang baik dan mendukung itu yang bagaimana? Di dunia kampus, kamu akan menemui berbagai macam komunitas, yang terdiri dari beragam orang yang memiliki karakter yang berbeda. Ada yang pola hidupnya agamis, sosialis, hedonis, nasionalis, sampai-sampai ada yang anarkis. Apapun itu, seorang mahasiswa baru bagai lembaran kertas putih yang harusnya diberi tinta emas untuk menuliskan kisah perjalanan dengan baik. So, pilih komunitas yang baik dan manfaatkan itu untuk menjaga motivasi dan niat baik kamu kuliah di kampus ini.

Oiya satu hal, jika kamu tidak menemukan komunitas yang menurutmu baik dan mendukung, sebagai agen of change tentunya kamu punya hak untuk mengubahnya atau dengan membuat komunitas baru yang baik.

6.       Jadilah mahasiswa yang baik dan kenali karakteristik dosen
Ikuti kuliah dengan baik, dengarkan penjelasan dosen, ikuti aturan mainnya dengan cerdik. Yang terpenting adalah ikuti kuliah di pertemuan awal, biasanya akan disampaikan kontrak kuliah, peraturan hasil kesepakatan dosen – mahasiswa, dst. Umumnya mahasiswa baru yang fresh graduate dari SMA lebih menurut dari pada yang lebih senior, karena datangnya tidak telat, rajin masuk,dsb. Walaupun biasanya ada jatah “absen” 10 -20% pertemuan kuliah, tapi jangan ada niat untuk memanfaatkannya diawal, gunakanlah kesempatan tersebut jika kalian merasa sakit atau ada hal yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan.

Ada berbagai macam dosen yang akan kamu temui. Dosen yang cuek dengan mahasiswa, dosen yang sangat care, tidak terlelak pula selalu ada dosen killer , dosen yang selalu Baper, ada dosen yang selalu memberikan nilai E satu angkatan, ada pula dosen yang tidak pernah memuji tetapi ada juga yang memuji berlebih, ada dosen yang sangat idealis, ada dosen yang mengajarnya jelas dan tidak jelas sama sekali, ada dosen yang tampan ada juga dosen yang cantik sehingga sering kali mahasiswa salah fokus. Dengan mengenal karakteristik dan model dosen yang mengajar, kamu bisa menyesuaikan model dan strategi belajarmu.

7.       Mahasiswa Kupu-Kupu?
Ini bukan berarti mahasiswa kupu-kupu adalah mahasiswi yang suka dengan kupu – kupu sampai semua aksesorisnya serba kupu-kupu. Kamu akan sering mendengar kata ini setelah masuk kuliah. Mahasiswa Kupu-Kupu ini adalah mahasiswa Kuliah Pulang – Kuliah Pulang, maksudnya dalam hidupnya sebagai mahasiswa kegiatannya hanya kuliah kemudian pulang ke kost/kontrakan/rumah saja, tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat untuk masa depan.

Selagi kita masih berstatus Mahasiswa baru, pasti rasa ingin tahu(kepo) masih sangat besar, masih semangat, maka manfaatkan Open House UKM, event-event di kampus, kegiatan – kegiatan kemahasiswaan dengan baik. Minimal ada 1 kegiatan yang kamu suka, minati, inginkan dan dambakan sejak SMA. Tetapi jika ada dari kamu yang sama sekali tidak tertarik dengan UKM, BEM, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya, tenang masih banyak pilihan di luar kampus, kalian bisa mencari peruntungan lain dengan mengajar les, ikut kegiatan sosial, dst. Karena masa menjadi mahasiswa ini adalah masa dimana kita bisa banyak belajar untuk persiapan kembali ke masyarakat dan membangun negeri ini. Dengan catatan, baik kegiatan non akademik maupun akademik, semua harus seimbang.

“Akademik jangan sampai mengganggu kita dalam berkarya, berkarya jangan sampai mengganggu kita dalam akademik.” -Talitha


8.       Tulis impianmu di awal semester ini dan atur strategimu
Tulis impianmu melalui kampus ini sejak dini dan jadikan itu menjadi target kesuksesanmu selama kuliah. Jangan jadikan semuanya itu hanya mimpi, tapi berusahalah untuk mewujudkannya dengan mengatur strategi. Bagaimana itu ? Jangan menyendiri, akan tetapi galilah informasi sebanyak-banyaknya dari para senior yang telah menginspirasimu untuk sukses, baik itu mahasiswa berprestasi dalam akademik, non akademik atau juga yang telah sukses dalam kehidupannya.